| « February 2010 » |
|---|
| | | | |
|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
Online Now:
0 Online.
Robots: 1
Yandex
Guests: 2
Total: 3
Last 20 Users:
aku_popon,
artha91,
aryatx,
beringas,
De beranddallokajaya,
ego,
estha teja yusbriand,
Febri Hardiansyah,
inerciatic123,
maniac_kangkung,
maryo1989,
oclin,
onemisscall3,
poussymonster,
rezax,
samack,
wilbow
Last Registered Users:Febri Hardiansyah, aryatx, aku_popon, rezax, De beranddallokajaya, poussymonster, onemisscall3, ego, artha91, maryo1989
|

|
 |
 |
| 6.02.2010 |
 |
 |
|
| Cecek Pawon memeluk Dian Sastro |
|
Dian Sastro, siapa tak kenal wanita ini. Dara berwajah Indonesia yang cantik dan membuat hati laki-laki menjadi gemas serta berbunga-bunga lalu tentunya diteruskan pada ruang imajinasi dengan kata seandainya. Perempuan yang tiba-tiba muncul menjadi ikon saat film Indonesia mulai menggeliat kembali setelah mati berkepanjangan,perempuan lulusan filsafat UI yang tentu sangat menggoda untuk diajak bicara, perempuan yang kakeknya tokoh politik pada zaman Bung Karno. Ya, perempuan itu bernama Dian Sastrowardoyo. Saya terinfeksi oleh foto profile kawan saya ( Cecek Pawon), yang memasang foto si Dian ini. Lalu kemudian saya menonton (lagi) film yang ada Dian Sastro di dalamnya ( AADC). Memaksa menonton kembali walau fasilitas youtube di blokir disini, termasuk fasilitas jejaring sosial hanya karena memuaskan dahaga saya yang terinfeksi manusia bernama Cecek Pawon. Wang ba dan lah!! |
|
|
 |
 |
| 6.05.2009 |
 |
 |
|
| sesi kopi pait #04 |
|
menyeduh kopi di belakang panggung, lalu berpesta dengan sekaleng bir di tangan… dari backstage marlboro filter rockyourstyle day out di lap rampal mlg [02/05], kami memotret apa saja yang kami suka. agak candid dan kadang sedikit narsis. sambil mengintip tenda artis dan melempar senyum. membuat kopi di tenda catering. tergeli prihatin melihat dandanan para finalis kontes. berkunjung ke stand games dan menggoda para spg. serta bertemu dengan orang-orang yang luar biasa seperti ; yayat, jemi, eben & burgerkill, mentho, supret, eko & anorma, adib hidayat [rsi], baron, melanie subono, bang ovan tobing, ogive & ucie [common ground], mas wahyu, nial, bang jun, gusdin, feri & av prod, yudo & sunrise prod, budi, ook, edi boy & sinergi hellkrew, dsb. sementara itu di atas panggung ; anorma bermain apik. burgerkill tetap gahar dan dinanti. /rif tampaknya belum mau mati. the rock gak begitu bagus. andra & the backbone lumayan. dan gigi memang band panggung yang keren. beres acara, kami iseng mengumpulkan kertas setlist para artis yang bergeletakan di atas panggung sebagai koleksi pribadi…
|
|
|
 |
 |
| 6.05.2009 |
 |
 |
|
| Netlabel ; Cepat, Murah, Praktis |
|
Bagai jamur di musim hujan, netlabel muncul pesat dan tak lagi menjadi bagian liyan dalam perkembangan musik global. Pertanyaannya; apakah netlabel menjadi jawaban atas kemapanan lael konvensional? Jawabannya terungkap dalam wawancara digital Kress dengan Samack, A&R ReloadYourStereo, salah satu netlabel lokal. Bisa tolong ceritakan sejarah ReloadYourStereo [RYS]? Awalnya iseng aja kok. ini gara-gara celetukan ide dari Yudha [webmaster Apokalip] yang tiba-tiba pengen punya netlabel setelah liat Yes No Wave Music, albumnya Koil, dan fenomena musik gratis di internet. Akhirnya ini dicanangkan jadi salah satu proyek Apokalip dan digarap bareng-bareng mulai pertengahan tahun 2008. Ini juga dipicu oleh obsesi saya yang pengen punya label rekaman [fisik] tapi gak kesampean. Trus kita gemes juga melihat banyak band lokal yang punya materi lagu bagus tapi kok cuma disimpan aja. Makanya kita buat RYS yang gak sekedar jadi situs musik gratis atau netlabel biasa, tapi kami pengen mirip promokit yang juga dilengkapi juga dengan profil, foto, dll. Yah, semacam arsip digital lah. Toh ini juga tujuannya buat dokumentasi karya musikal mereka. Rilisan pertama kami adalah mini album Screaming Factor yang bertitel ‘Welcome Pieces’ dan dirilis pada tanggal keramat 08-08-08. Sampai saat ini kami sudah merilis empat mini album dari empat band yang berbeda. Dengan kondisi sekarang, kayaknya kami mulai bisa merilis karya baru setidaknya setiap bulan sekali… |
|
|
|
|