| « March 2010 » |
|---|
| | | | |
|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | | 29 | 30 | 31 | |
Online Now:
0 Online.
Robots: 0
0 Online.
Guests: 1
Total: 1
Last 20 Users:
baguezlucifer,
bufefibi,
cabalist01,
darwisHeadbangeR,
DILA ALID,
DyslexiaMartyr,
huizzdizz,
jibroil,
latif karbala,
maksruev,
maniac_kangkung,
maschayur,
Sergey_Semyorkin87,
swetapush,
Tris Now Setiawan,
wenzrawk,
wewe gombel,
wmikarika21
Last Registered Users:huizzdizz, bufefibi, wmikarika21, maksruev, DILA ALID, wewe gombel, swetapush, maschayur, latif karbala, DyslexiaMartyr
|

|
 |
 |
| 6.05.2009 |
 |
 |
|
| Netlabel ; Cepat, Murah, Praktis |
|
Bagai jamur di musim hujan, netlabel muncul pesat dan tak lagi menjadi bagian liyan dalam perkembangan musik global. Pertanyaannya; apakah netlabel menjadi jawaban atas kemapanan lael konvensional? Jawabannya terungkap dalam wawancara digital Kress dengan Samack, A&R ReloadYourStereo, salah satu netlabel lokal. Bisa tolong ceritakan sejarah ReloadYourStereo [RYS]? Awalnya iseng aja kok. ini gara-gara celetukan ide dari Yudha [webmaster Apokalip] yang tiba-tiba pengen punya netlabel setelah liat Yes No Wave Music, albumnya Koil, dan fenomena musik gratis di internet. Akhirnya ini dicanangkan jadi salah satu proyek Apokalip dan digarap bareng-bareng mulai pertengahan tahun 2008. Ini juga dipicu oleh obsesi saya yang pengen punya label rekaman [fisik] tapi gak kesampean. Trus kita gemes juga melihat banyak band lokal yang punya materi lagu bagus tapi kok cuma disimpan aja. Makanya kita buat RYS yang gak sekedar jadi situs musik gratis atau netlabel biasa, tapi kami pengen mirip promokit yang juga dilengkapi juga dengan profil, foto, dll. Yah, semacam arsip digital lah. Toh ini juga tujuannya buat dokumentasi karya musikal mereka. Rilisan pertama kami adalah mini album Screaming Factor yang bertitel ‘Welcome Pieces’ dan dirilis pada tanggal keramat 08-08-08. Sampai saat ini kami sudah merilis empat mini album dari empat band yang berbeda. Dengan kondisi sekarang, kayaknya kami mulai bisa merilis karya baru setidaknya setiap bulan sekali… |
|
|
 |
 |
| 2.11.2008 |
 |
 |
|
| Memorabilia Punk Rock dan New Wave Dilelang |
|
Balai lelang terkenal Christie's di New York City akan mengadakan lelang memorabilia yang berasal dari para artis terbesar punk rock dan new wave. Rencana itu diumumkan oleh balai lelang Christie's pada Selasa (28/10). Lelang tersebut akan digelar pada 28 November mendatang dan menjadi lelang memorabilia punk rock utama yang perdana yang diadakan oleh balai lelang itu sepanjang keberadaannya. Lebih dari 120 rekaman audio, foto, dan pernik promosi akan ditawarkan dalam lelang tersebut. Barang-barang itu berasal dari para bintang punk rock dan new wave seperti David Bowie, Lou Reed, Patti Smith, Sid Vicious, The Cure, Blondie, dan The Velvet Underground. Salah satu yang utama adalah selembar poster langka sebuah konser Ramones pada 1976 di London. (AP/ATI) (Berita diambil dari http://www.tempointeraktif.com/) |
|
|
 |
 |
| 20.10.2008 |
 |
 |
|
| Selamat Datang Album Gratis |
|
Belakangan ini semakin banyak musisi yang menggratiskan album mereka. Apakah langkah ini akan mematikan industri musik atau sebaliknya justru akan menyelamatkannya? Di Indonesia, band papan atas Naif menggratiskan album terbarunya, ”Let’s Go!!”, sekitar April lalu. Naif melepas begitu saja album yang diproduksinya sendiri dan menyilakan publik merekam ulang bahkan menyebarkannya tanpa membayar uang sepeser pun. ”Kalau lagu itu digunakan untuk kepentingan bisnis, kami hanya berharap penggunanya memberi tahu kami,” ujar Mohammad Amil Hussein atau biasa dipanggil Emil, pemain bas merangkap manajer Naif, Kamis (28/8) di Jakarta. Album tersebut, kata Emil, telah diperbanyak dan diedarkan secara gratis oleh sebuah majalah musik ternama di Indonesia. Di luar itu, dia tidak tahu pihak mana lagi yang telah memperbanyaknya. Pasalnya, lagu-lagu dalam album itu sudah beredar di internet dan diunduh banyak orang. Selain Naif, grup cadas asal Bandung, Koil, menggratiskan album ketiganya, ”Blacklight Shines On”. Manajemen Koil sengaja mencetak 50.000 keping CD dan membagi-bagikannya kepada penggemar. ”CD yang tersisa di tangan saya tinggal 7.000 keping. Sebentar lagi akan saya bagi-bagikan sampai habis,” ujar Santi Yasfini Z, Personal and Business Manager Koil, Jumat (29/8) di Jakarta. Bulan Agustus ini, grup indie The Upstairs juga menggratiskan mini albumnya, ”Kunobatkan Jadi Fantasi”. Album berisi enam lagu itu diedarkan ke publik melalui situs www.yesnowave.com. Pengguna internet kemudian dapat mengunduhnya tanpa bayar sepeser pun... |
|
|
|
|