Ketika kopi sudah menjadi dingin, berganti dengan semangat yang kian memanas...
"Album kami sudah masuk dalam tahap mixing dan mastering di Jakarta. Untuk kemasan dan kover juga lagi diproses," kata Afril, vokalis Extreme Decay, yang kami temui paska latihan rutin mereka di studio Rocket Diva Malang. Album yang bakal dirilis pada bulan September 2009 nanti akan diberi titel tentatif Destructive Progression. "Supaya adil, launching-nya nanti akan digelar di tengah-tengah, yaitu di kota Jogja!" ucap Afril kemudian.
"Jika saat anda meliput konser musik tiba-tiba ada kerusuhan di antara penonton, mana yang anda lakukan terlebih dahulu ; menyelamatkan korban kerusuhan atau memotret kejadian itu?!" adalah salah satu pertanyaan kritis yang bikin kaget Arian13 [Seringai] dan Ryo [Hai Magz] sebagai pembicara dalam sesi diskusi Jurnalistic & Photography of Music di kampus Unibraw Malang [18/05]. Ini di luar pertanyaan standar seperti ; Apa saja kriteria foto jurnalistik yang baik? Bagaimana cara mendapatkan akses wawancara dengan artis terkenal? Atau seperti apa tips meliput konser musik yang baik?...
"Sebentar lagi album perdana segera rilis ke pasaran. Besok kita berangkat ke Bandung untuk manggung di sana," ucap Casper, vokalis band death metal HateStroke [Kediri] dalam suatu sesi obrolan ringan bersama kami di teras kopian Sumbersari Malang, minggu lalu. "Memang album ini agak terlambat. Sekarang aja kita udah mulai nyicil materi lagu baru. Mungkin kami gak akan sering manggung, kecuali kalo diundang. Tapi gak papa, yang penting bisa tetap produktif..."
Sementara pada sesi obrolan ringan yang lain di toko busana Sinergi, kami menemui Amenk, sang vokalis Disinfected yang sedang berlibur di kota Malang. "Scene death metal di Bandung ramai lagi sekarang. Muncul band-band generasi baru. Orang-orang lama juga kembali main band. Seru, kayak kembali ke jaman dulu aja," katanya bangga. "Bagusnya lagi, kondisi ini ikut mendongkrak pasar merchandise lokal. Kaos-kaos band lokal sekarang jadi laris manis. Gak sampai dua bulan pasti ludes, sekali pun itu kaosnya band-band baru..."
"Total Chaos mau datang ke Indonesia bulan Desember nanti," demikian bunyi pesan singkat yang tiba-tiba masuk di siang hari kami bersama album baru Taylor Swift dan Alanis Morissette. Seorang promotor musik dari Bandung yang mengirim berita tersebut. Ini masih di luar rumor kedatangan band-band asing lainnya, seperti Sepiroth, Shelter, DS13, atau Testament.
Di teras Sumbersari, kami berdebat sengit soal tayangan reality show dan badut-badut capres bersama seorang pengamat politik lokal setempat. Tentang kerelaan orang-orang yang menjadi bunglon demi kekuasaan dan seperti tak punya rasa malu. Mengumpat semua daftar dosa dan kekayaan mereka yang tampak jelas di muka publik. Negeri ini sedang sakit dan termehek-mehek. Rasanya tidak ada yang perlu kita lakukan, kecuali menonton 'kegilaan' itu terus berlangsung. Seperti biasa, pada akhirnya tidak ada kesimpulan pada sesi 'silat lidah' kami malam itu - kecuali harus membayar kopi sebelum pulang dan berjanji untuk ketemu lagi esok hari... [bersambung] |